Bersyukur

Manusia modern umumnya melekat pada masa depan. Kita dinilai dari seberapa hebat, produktif, mandiri dan kuatnya diri kita di masa depan. Yang sekalipun sudah kita capai, kita tetap mengarahkan diri pada yang belum tampak
Bersyukur, menjadi penting kita pelajari
Jika manusia sibuk menatap ke masa depan. Segala yang baik akan cepat terasa usang. Bahkan sekalipun yang didamba sudah ada di tangan, hasrat batin sudah tertuju pada apa yang belum ada

Manusia senantiasa gelisah, tidak puas, berdoa seakan hal hal baik tidak pernah terjadi.
Apakah hal baik sungguh langka dalam hidup? Atau batin kita terlalu gelisah sampai tidak bisa melihat ragam hal baik yang singgah sejenak dalam hidup?
Syukur adalah tentang mengijinkan diri menyadari, melihat kebaikan yang sudah hadir menyapa. Yang seringkali, tidak layak kita terima

Syukur adalah sebuah perasaan menyenangkan yang khas, berwujud rasa terima kasih, yang muncul ketika kita menerima kebaikan, cinta, manfaat, dan bantuan tak bersyarat dari pihak lain.
Yang sebenarnya tidak layak kita terima, dan bukan oleh upaya kita sendiri
Perlu disadari, syukur selalu meliputi adanya pihak lain yang memberikan sesuatu kepada kita.
Pihak lain bisa berupa orang lain, Tuhan, atau alam semesta. Tapi bukan diri sendiri. Perilaku berbuat baik kepada diri sendiri itu self-compassion, bukan syukur

Syukur adalah emosi yang sifatnya sosial. Terjadi dalam konteks kebersamaan dengan pihak lain.
Jadi dari sini bisa dilihat, bersyukur karena ada orang lain yang kurang beruntung/sial/terkena bencana bukan merupakan gratitude yang tepat.

Ketika kita menerima hadiah dari pihak lain, rasanya selalu menyenangkan. Tapi tidak semuanya membangkitkan rasa syukur. Ada pemberian yang memunculkan rasa senang, misalnya diberikan kado. Ada yang memunculkan rasa impas, misalnya gaji. Ada pula pemberian yang bermakna negatif. Apa pemberian yang bermakna negatif? Yaitu yang memunculkan rasa utang budi. Rasa utang budi membuat seseorang merasa lebih rendah dari si pemberi.

Terhadap si pemberi bukan muncu perasaan yang hangat, tapi negatif (rendah diri, sungkan). Kita merasa perlu mengembalikan harga diri kita yang terlanjur terganggu akibat pemberian tersebut. Kita berusaha untuk membuat harga ini impas agar harga diri kita kembali ke keadaan sebelumnya. Keinginan membalas ini bukan keinginan berbuat baik yang muncul akibat rasa syukur. Nanti kita bandingkan dengan syukur sebentar lagi

Syukur muncul ketika:

1. Persepsi adanya niat baik dari pihak lain
Kalau kebaikan itu muncul karena kebetulan, niatnya ambigu, tidak tulus, terpaksa; maka sebuah perbuatan besar pun tidak akan membangkitkan rasa syukur pada penerima. Berbeda dengan niat tulus yang terbaca oleh pemberi, sekalipun misalnya aksi pemberian tersebut tidak seperti yang direncanakan, namun ketulusan pemberian itu sendiri bisa memunculkan rasa syukur.

Misalnya seorang anak TK yang memberikan kepada ibunya lukisan hasil sekolah. Sang anak ingin melukis tentang kecantikan ibunya, namun yang tergambar adalah lukisan anak anak yang lucu dan penuh dengan warna warna dan tentu tidak mirip dengan ibunya. Namun niat tulus dari sang anak jika terbaca oleh ibunya, hal ini dapat memunculkan rasa syukur dan dalam
2. Persepsi bahwa hal baik itu tidak mudah dilakukan
Jika pemberian ini dilakukan tidak mudah, apalagi dengan pengorbanan besar, syukur lebih mudah terjadi. Misalnya jika orang kaya memberikan uang padamu 5ribu, dengan janda miskin memberi 5ribu, tentu berbeda rasanya. Jika sebuah tindakan perlu perencanaan atau usaha besar atau pengorbanan besar dari sang pemberi, hal ini lebih mungkin memunculkan syukur.
3. Pemberian adalah hal yang bernilai tinggi bagi kita
Jika pemberian itu menyentuh area personal yang menurut kita penting, hal itu menimbulkan syukur. Apa yang menurutmu penting? Keluarga, sahabat, kesehatan, anak? Itu area dimana kita mudah bersyukur.
4. Persepsi bahwa si pemberi bukan karena kewajiban/ telah melampaui kewajibannya
Itu kenapa pemberian orang tua oleh anak jarang menimbulkan syukur, karena dianggap oleh anak memang bentuk tanggung jawab. Jika orang asing yang memberi, hal ini lebih memunculkan syukur. Kita terbiasa menganggap hal hal yang rutin dilakukan sebagai kewajiban, kita menjadi take something for granted. Perlu kita terus mengingatkan diri sendiri, sekalipun itu rutin, kadang itu bukan kewajiban. Orang tua memberi lebih kepada anak, itu kebaikan bukan kewajiban. Pasangan mengantar ke kantor, itu kebaikan bukan kewajiban. Dengan menganggap hal ini adalah kebaikan, kita menjadi lebih mensyukuri keadaan. Dan jika tidak dilakukan kita menjadi tidak marah, karena memang itu bukan kewajiban melainkan kebaikan.

Syukur membuat sesorang ingin membalas kebaikan, bukan karena ingin balas budi, tapi karena luapan terima kasih. Ada keinginan kuat untuk berbuat baik, yang disusul dengan tindakan nyata.Kalau seseorang bersyukur, tapi tidak ada keinginan bertindak, bisa jadi itu bukan syukur, atau mungkin rasa syukurnya dangkal.

Melalui rasa syukur, kebaikan tidak berhenti di satu tangan. Kebaikan akan melahirkan kebaikan lain, dan melahirkan rasa syukur lain, lalu melipatgandakan kebaikan. Intensitas emosi ini akan meningkat karena dirasakan bersama. Syukur menjadi dimaknai lebih kuat.

Bersyukur memberikan kredit kepada pihak lain, bukan diri sendiri

Bersyukur karena menang lomba? Itu celebration bukan gratitude. Dalam celebration perasaan utama adalah pride, rasa bangga. Dalam celebration, ada menang ada kalah. Dalam gratitude, semua menang

Menutup pertanyaan ini dengan kalimat dari Seligman

Banyak masalah di klinik muncul ketika seseorang ingin mengubah sesuatu yang tidak bisa diubah, atau pasrah diam saja ketika dia bisa mengubah sesuatu menjadi lebih baik

Bersyukurlah dan berusahalah. Lakukan keduanya secara seimbang

1 komentar

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus