Mendapatkan Segalanya

"Aku udah punya semua yang aku inginkan dari muda Jim. Aku udah punya rumah, aku bisa ajak istri dan anak anak jalan jalan keluar negri, anak anakku sekolah ditempat mahal, mobilku tiga, gajiku besar, aku udah punya semuanya, tapi kenapa aku ga bahagia Jim? Kenapa aku malah sedih?" Tanya seorang teman


Saya kembali bertanya, "Dari semua yang sudah kamu punya? Adakah sesuatu yang bermakna yang hilang saat kamu memperjuangkan semua keinginanmu tadi?", bukankah menjadi percuma jika kita memiliki semuanya, tapi kita kehilangan sesuatu yang paling bermakna dalam prosesnya?

Teman saya menangis. Dia tidak mengucapkan apa-apa, hanya berterima kasih lalu pergi. Saya dengar dia kemudian menjual barang barang yang tidak dibutuhkan, mengurangi waktu bekerjanya dan menghabiskan lebih banyak waktu dirumah bersama anak dan istrinya.
Sampai sekarang saya tidak tau apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Tapi yang saya ketahui, seseorang bisa saja (dari luar terlihat) memiliki segalanya, dan pada saat yang bersamaan dia kehilangan segalanya yang bermakna dalam hidupnya

Punya uang banyak, terkenal, kaya, ganteng atau cantik, traveling sesukanya, disukai banyak orang, siapa yang tidak menginginkan kehidupan seperti ini? Seakan punya segalanya bukan? Jika jawaban kita adalah iya, kita sedang ditipu oleh keinginan kita sendiri

Sesuatu yang berharga, yang membuat hidup bermakna, tidak lahir dari keinginan, tidak lahir dari pencapaian, tidak lahir dari wajah yang rupawan, tidak lahir dari pandangan orang. Sesuatu yang berharga, yang bermakna, lahir dari apa yang kita pandang bermakna penting dalam hidup, lahir dari penerimaan akan realita, lahir dari syukur atas kondisi apapun yang terjadi. Inilah yang bermakna, ini yang berharga

Udah nonton "The Greatest Showman" kan ya? Film ini menggambarkan apa yang berusaha saya ceritakan. Di film ini, Barnum awalnya berusaha mengejar sukses, karir dan uang untuk membahagiakan keluarganya, yang sudah memberikan dia makna. Dalam perjalanannya, Barnum lupa apa yang dia kejar awalnya. Dan menjadi terfokus pada apa yang semu, hanya mengejar uang dan ketenaran.

Pada akhir film, Barnum tetap sukses, dia memiliki sirkus yang besar. Namun dia kembali pada hidupnya yang bermakna, dia kembali pada keluarganya. Pencarian kesuksesan sejatinya tidak perlu menjauhkan kita dari kebermaknaan hidup. Walau seringkali yang terjadi adalah sebaliknya. Seringkali seseorang lupa makna dia mengejar kesuksesan, dia terkaburkan oleh kesenangan semu. Kita pikir kita butuh kesuksesan, keliru. Kita butuh makna, entah sukses atau tidak.

Generasi ini memang menghargai pencapaian, prestasi, nilai, uang, pandangan orang lebih besar dibanding rasa syukur, penerimaan, kebahagiaan, hubungan interpersonal, kelekatan keluarga. Dan ini yang membuat generasi kita tidak bahagia

Yuk maknai hidup kita yang bermakna. Dengan melakukan hal yang bermakna, dengan mengejar yang bermakna, dengan menerima yang bermakna. Hidup terlalu singkat untuk kita lalui tanpa makna. Lalu kira kira, apa yang paling bermakna dalam hidupmu yang ingin kamu jalani?

Tidak ada komentar