Bunuh Diri : Mitos dan Fakta (Bagian 1)

Seseorang yang bunuh diri mungkin tidak meminta pertolongan, namun bukan berarti mereka tidak menginginkan pertolongan. Seseorang yang ingin bunuh diri bukannya ingin mengakhiri hidup, mereka hanya ingin mengakhiri rasa sakit mereka. Usaha pencegahan bunuh diri dimulai dengan mengenali tanda bahaya dan menangani tanda ini dengan serius. Jika kamu berpikir ada teman, kolega, keluarga, yang mungkin ingin bunuh diri, mungkin kamu akan takut untuk membicarakan topik bunuh diri ini kepada mereka. Namun sebenarnya membicarakan hal ini secara terbuka dengan cara yang benar tentang hal keinginan bunuh diri dan perasaan mereka dapat menyelamatkan nyawa mereka.


World Health Organization (WHO) memperkirakan ada sekitar 1juta orang yang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Mungkin kita bingung, kok bisa ada sebanyak itu orang yang ingin bunuh diri? Mengapa mereka ingin mengakhiri hidupnya? Bagi teman teman yang tidak pernah merasakan beratnya depresi, mungkin akan sulit mengerti apa yang mendorong banyak orang ini mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Satu hal yang pasti, orang orang yang mencoba bunuh diri sudah terlalu dalam mengalami rasa sakit, sampai sampai dia tidak mampu lagi melihat kemungkinan lain selain bunuh diri.

Bunuh diri adalah upaya terakhir untuk melarikan diri dari penderitaan yang telah menjadi sedemikian tak tertahankannya. Seseorang dapat begitu terperdayanya oleh perasaan benci kepada diri sendiri, putus asa, dan terasing, sampai sampai orang yang ingin bunuh diri ini tidak dapat menemukan jalan untuk menemukan pertolongan kecuali melalui kematian. Tetapi meskipun keinginan mereka untuk menghentikan rasa sakit begitu kuat, kebanyakan orang yang ingin bunuh diri akan merasa ragu tentang keputusan mereka dalam mengakhiri hidup. Mereka berharap ada alternatif lain untuk lepas dari rasa sakit ini selain bunuh diri, tetapi mereka tidak mampu melihatnya.

Ditengah rasa putus asa seperti ini, tidak jarang diperberat dengan stigma. Seseorang yang ingin bunuh diri bukannya mendapat pertolongan malahan mendapatkan tuduhan yang memperberat gejalanya. Ada beberapa kesalahpahaman yang umum saya dapatkan tentang bunuh diri, misalnya sebagai berikut:

Mitos: Orang yang bicara/mengancam untuk bunuh diri tidak akan benar-benar melakukannya.
Fakta: Hampir semua orang yang mencoba bunuh diri telah memberikan beberapa tanda atau peringatan. Jangan pernah mengabaikan tanda tanda sederhana sekalipun dari kecenderungan untuk  bunuh diri. Misalnya pernyataan seperti, "Kamu akan menyesal ketika aku sudah tidak ada," "Sepertinya tidak ada jalan keluar," - tidak peduli apabila hal ini dibicarakan dengan santai atau bercanda, pembicaraan ini bisa jadi merupakan tanda awal seseorang yang terpikir untuk bunuh diri.

Mitos: Orang yang mencoba bunuh diri pasti gangguan jiwa.
Fakta: Kebanyakan orang yang bunuh diri tidak menderita gangguan jiwa berat. Sebagian besar dari mereka mungkin sedang merasa marah, berduka, tertekan atau putus asa, tetapi tekanan ekstrem dan rasa sakit emosional tidak selalu merupakan tanda-tanda gangguan jiwa.

Mitos: Jika seseorang bertekad untuk membunuh dirinya sendiri, tidak ada yang dapat menghentikan mereka.
Fakta: Bahkan orang yang menderita depresi berat sekalipun memiliki perasaan galau tentang kematian, dia akan berpikir tentang keinginannya mengakhiri rasa sakit dengan kematian, atau keinginannya untuk hidup. Kebanyakan orang yang ingin bunuh diri tidak menginginkan kematian; mereka ingin rasa sakitnya berhenti. Ada kabar baik dibalik dorongan bunuh diri in. Dorongan ini betapapun kuatnya, tidak akan bertahan selamanya. Bertahanlah, keadaan akan membaik

Mitos: Orang yang mati bunuh diri adalah orang yang tidak mau mencari bantuan.
Fakta: Studi tentang korban bunuh diri menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya telah mencari bantuan medis dalam enam bulan terakhir sebelum kematian mereka. Mereka sudah mencari bantuan, hanya kita yang gagal membantu mereka.

Mitos: Berbicara tentang bunuh diri dapat memberi seseorang ide untuk melakukan bunuh diri.
Fakta: Kamu tidak dapat memberikan ide bunuh diri kepada orang yang sedang menginginkan untuk bunuh diri. Justru kebalikannya, membicarakan masalah bunuh diri dan mendiskusikannya secara terbuka adalah salah satu hal paling bermanfaat yang dapat kita lakukan. 

Nah apa saja hal hal yang bisa kita bicarakan? Topik apa yang bisa diangkat untuk membantu mereka yang memiliki keinginan untuk bunuh diri? Apa saja tips yang bisa kita lakukan jika ada teman/tetangga/keluarga kita yang memiliki kecenderungan bunuh diri? Akan dibahas di tulisan bagian 2

1 komentar

  1. Tolong bantu aku, lepas kan satu beban ku. Seandainya kematian bisa membayar semua perasaanku. Aku akan mati sekarang.

    BalasHapus